Jihadi PCM Godean: Tafsir Kisah Nabi Adam, Keistimewaan Ilmu, dan Bahaya Godaan Setan
Godean,
Pengajian Ahad Pagi Jihad (Jihadi) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean kembali diselenggarakan pada Ahad, 8 November 2026, bertempat di Masjid Al Huda, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengajian kali ini menghadirkan Ust. Prof. Mochlasin sebagai pemateri dengan mengangkat kajian tafsir Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 30–36.
Dalam kajiannya, Prof. Mochlasin mengajak jamaah memahami lebih dalam kisah penciptaan Nabi Adam AS, pengangkatan manusia sebagai khalifah di muka bumi, keistimewaan ilmu pengetahuan, serta bagaimana manusia menghadapi godaan setan.
Mengawali pembahasan, pemateri menjelaskan bahwa manusia diciptakan Allah Swt. dengan tugas besar sebagai khalifah di muka bumi. Salah satu keistimewaan manusia adalah kemampuan berpikir dan memperoleh ilmu pengetahuan melalui akal yang dianugerahkan Allah.
Hal tersebut tergambar dalam dialog Allah dengan para malaikat ketika Allah mengajarkan nama-nama benda kepada Nabi Adam AS. Para malaikat akhirnya mengakui keterbatasan pengetahuan mereka melalui firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 32:
"Subḥānaka lā ‘ilma lanā illā mā ‘allamtanā innaka antal-‘alīmul-ḥakīm."
Maha Suci Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Dari ayat tersebut, jamaah diajak menyadari bahwa setinggi apa pun ilmu yang dimiliki manusia, sumber segala ilmu tetaplah Allah Swt. Pemateri juga mengingatkan ungkapan Al-Qur'an, "Wa fauqa kulli dzī ‘ilmin ‘alīm", bahwa di atas setiap orang yang berilmu masih ada yang lebih mengetahui.
Pesan ini menjadi pengingat agar manusia tidak sombong dengan ilmu, jabatan, maupun kelebihan yang dimilikinya.
Kesombongan Iblis dan keistimewaan Nabi Adam
Pembahasan kemudian berlanjut pada Surah Al-Baqarah ayat 34 tentang perintah Allah kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam.
Prof. Mochlasin menjelaskan bahwa sujud yang diperintahkan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Nabi Adam, bukan sujud ibadah. Seluruh malaikat menaati perintah Allah, sedangkan Iblis menolak karena kesombongannya.
Pemateri juga menguraikan penggunaan kata abā wastakbara, yang menggambarkan penolakan Iblis yang disertai sikap merasa lebih tinggi dan lebih baik daripada Adam.
Kisah ini memberikan pelajaran bahwa kesombongan dapat menghancurkan seseorang, bahkan ketika sebelumnya ia memiliki pengetahuan dan kedudukan yang tinggi.
Keluarga, ketenangan, dan batasan dalam kehidupan
Memasuki Surah Al-Baqarah ayat 35, kajian membahas perintah Allah kepada Adam dan istrinya, Hawa, untuk tinggal di surga dan menikmati berbagai kenikmatan yang tersedia.
Pemateri mengaitkan kata uskun dengan akar kata sakanah atau sakinah, yang memiliki makna ketenangan. Pembahasan ini kemudian dikaitkan dengan konsep keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Ketenangan keluarga, menurut pesan yang dapat dipetik dari kajian tersebut, tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan materi. Harta memang dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup, tetapi cinta kasih, rahmat Allah, dan ketenteraman batin merupakan bagian penting dalam membangun keluarga.
Allah memberikan keleluasaan kepada Adam dan Hawa untuk menikmati berbagai makanan di surga, tetapi menetapkan satu larangan agar tidak mendekati pohon tertentu.
Dari sini, pemateri menjelaskan pentingnya menaati batasan Allah. Bahkan, larangan mendekati sesuatu mengandung pelajaran agar manusia tidak membuka jalan menuju perbuatan yang dilarang.
Hal ini berkaitan dengan konsep saddudz-dzarā'i', yaitu menutup jalan yang dapat mengantarkan seseorang kepada kemaksiatan.
Godaan setan dan kehidupan manusia di bumi
Kajian selanjutnya memasuki Surah Al-Baqarah ayat 36 yang menjelaskan bagaimana setan menggoda Adam dan Hawa hingga keduanya tergelincir dari ketaatan dan harus meninggalkan surga.
Prof. Mochlasin menguraikan kata azallahumā, yang berasal dari kata zalla, bermakna tergelincir. Penambahan bentuk kata tersebut memberikan makna menyebabkan orang lain tergelincir.
Dalam ayat ini, setan menjadi pihak yang menggoda dan menyebabkan Adam serta Hawa tergelincir dari keadaan yang sebelumnya mereka nikmati.
Pemateri juga menjelaskan perbedaan istilah Iblis dan setan. Iblis merupakan sosok yang menolak perintah Allah, sedangkan setan menggambarkan sifat dan peran makhluk yang menjauhkan manusia dari kebaikan dan kebenaran.
Setelah peristiwa tersebut, Allah memerintahkan mereka turun ke bumi. Kata ihbiṭū dijelaskan sebagai perintah turun dari suatu tempat atau keadaan yang lebih tinggi menuju tempat yang lebih rendah.
Kehidupan di bumi kemudian menjadi tempat manusia menetap, berusaha, menikmati karunia Allah, sekaligus menghadapi berbagai ujian hingga waktu yang telah ditentukan.
Mengambil pelajaran dari kisah Nabi Adam
Dari rangkaian ayat yang dikaji, jamaah diajak mengambil sejumlah pelajaran penting. Di antaranya, ilmu harus melahirkan kerendahan hati, kenikmatan harus disertai rasa syukur, keluarga harus dibangun dengan ketenangan dan kasih sayang, serta manusia harus senantiasa waspada terhadap godaan setan.
Ada pula perbedaan penting antara kesombongan Iblis dan kesalahan Nabi Adam. Iblis mempertahankan kesombongannya dan menolak perintah Allah, sedangkan Adam pada akhirnya menerima kesalahannya dan bertobat kepada Allah.
Kisah ini mengajarkan bahwa manusia bukanlah makhluk yang bebas dari kesalahan. Namun, pintu kembali kepada Allah selalu terbuka bagi mereka yang menyadari kesalahan dan bersungguh-sungguh bertobat.
Pengajian Ahad Pagi PCM Godean ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Ilmu, jabatan, kekayaan, dan berbagai kenikmatan hendaknya digunakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan justru menjauhkan manusia dari-Nya.
Ilmu seharusnya membuat manusia semakin mengenal kebesaran Allah, bukan semakin merasa besar di hadapan sesama manusia. Sebab, Iblis jatuh karena kesombongan, sedangkan Adam memperoleh jalan kembali melalui pertobatan
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow